Saturday, February 11, 2012

Privacy Policy


Privacy Policy.
At karyakarto.blogspot.com, we are very committed to your privacy, karyakarto.blogspot.com will never sell, exchange, or release any of your individual personal information to a third party without your permission.

INFORMATION WE MAY COLLECT:
At our site, we do not collect personally identifiable information from individuals unless they provide it to us voluntarily and knowingly. This means we do not require you to register or provide information to us in order to view our site. We only gather personally identifiable data, such as names, addresses, zip/postal codes, e-mail addresses, etc., when voluntarily submitted by a visitor except for our Web based email services which requires a person to enter perosnal information.

From time to time, we may conduct online surveys or run a contest for promotional purposes, during which, we may ask users for contact information (like email addresses) and demographic information (like zip code, age, or income level). We use contact data to notify people if they win the contest. We understand, though, that you may want to participate in these surveys or contests but may not want us to send you email. Accordingly, as part of these surveys or contests, we will always give you the option of declining to receive information from karyakarto.blogspot.com. If you don't want to receive email, just let us know, and we won't send it.

Like other web sites, your IP number is visible to us when you visit our web site. Your IP number is visible to most of the websites that you visit. Though, at karyakarto.blogspot.com, we only use IP numbers to help diagnose problems with our servers, to administer our Web site.

We may share personally identifiable information with third parties when the person submitting the information authorises us to share it or we are required to by law.
 

COOKIES
Like many sites, karyakarto.blogspot.com uses cookies. Cookies are data files that are stored on your computer. They contain identification information that enables us to see how our users are interacting with our site and how frequently they are returning. Cookies do not contain any personally identifiable information.
 

We use cookies for the benefit of our users. Cookies let us know if we have repeat visitors (a strong indication of happy consumers) and if we are delivering a quality product to our consumers. We also use cookies to identify which sites our repeat visitors are coming from, so that we can place more of our online advertising on these sites. karyakarto.blogspot.com does not use cookies to identify specific individuals, except in such cases as contest registration (where a cookie allows to you to enter a contest every day without registering again each time) and personalisation features where a guest requests certain information. karyakarto.blogspot.com never uses cookies to retrieve information from your computer that was not originally sent in a cookie. karyakarto.blogspot.com does not use information transferred through cookies for any promotional or marketing purposes. Essentially, it is an anonymous way to survey how we are doing and to look for other consumers who we think will like our site. Cookies are not programs that come onto a visitor's system and damage files. Generally, cookies work by assigning a unique number to the visitor that has no meaning outside the assigning site. If a visitor does not want information collected through the use of cookies, there is a simple procedure in most browsers that allows the visitor to deny or accept the cookie feature.

LINKS TO OTHER WEB SITES
 
karyakarto.blogspot.com contains many links to other sites. karyakarto.blogspot.com is not responsible for the privacy practices or the content of such Web sites. karyakarto.blogspot.com does not share any of the individual personal information you provide karyakarto.blogspot.com with the sites to which karyakarto.blogspot.com links, although karyakarto.blogspot.com may share aggregate data with such sites (such as how many people use our site). This Includes other third party sites on the Internet for which karyakarto.blogspot.com provides search services. Please check with those sites to determine their privacy policy.
 

THIRD PARTY ADVERTISING
We use TribalFusion, Specific Media, Advertising.com and other third-party advertising companies to serve ads when you visit our Web site. These companies may use information (not including your name, address, email address or telephone number) about your visits to this and other Web sites in order to provide advertisements on this site and other sites about goods and services that may be of interest to you. If you would like more information about this practice and to know your choices about not having this information used by these companies,
 please click here

THIRD PARTY COOKIES
In the course of serving advertisements to this site, our third-party advertiser may place or recognize a unique "cookie" on your browser.
 

Kisah Hidupku Bagian 3

Sambungan...
Dan saya melanjutkan ke SMA, dan kesekian kalinya saya berpisah dengan sahabat saya. Ketika masuk SMA saya di belikan hp oleh bapak saya, dan ketika kelas X saya mulai berhubungan dengan yani, dan saya minta no hp nya ke yudi, lalu saya tembak lewat hp. Lucunya dia nerimanya dengan sebuah lagu. Yaitu lagu T2 yaitu OK. Dari semenjak itulah saya menyukai lagu OK tersebut.
Tetapi hubungan kami tidak lama, karena sebelum itu pun saya sudah menjalin hubungan dengan nur elita kami jadian pun lewat hp, dan ingin berjumpa dengan nur elita sangat sulit semenjak saya sekolah SMA, ingin ketemu pun sulit, suatu malam saya nekat ingin main kerumahnya, tetapi dia tidak mau. Lalu dia pun saya ajak ketemuan, itu pun ketemuanya jarak jauh. Dia di rumah, saya di jalan. Oleh sebab itu kami pun mulai saling menjauh, jarang konek lagi.
Ketika kelas X saya menyendiri lagi dan lebih suka di dalam kelas dari pada di luar kelas, dan waktu kelas X juga saya mencoba untuk bergaul dengan anak-anak nakal, saya pernah bolos ketika pelajaran Fisika yang di ajarkan bapak Bustam, ST. Sebab alasan kami bolos adalah karena guru tersebut sangat membosankan. Tetapi ketika saya ikut-ikutan bolos saya sangat menyesal, karena bolos itu tidak mengenakkan, lebih-lebih lagi ketika bolosnya ke wc, yang bau rengang.huek...
Dari situ saya berhenti untuk bergaul dengan mereka. Dan ketika kelas X saya menaksir seorang gadis, namanya widya wanti elina. Dia orang perigi parit. Tetapi saya tidak begitu berani untuk mengungkapkannya, karena saya merasa dia tidak layak dengan saya, lagi pula saya tidak ada rasa cinta dengannya. Suatu hari kami di beri tugas oleh guru biologi untuk memanfaatkan barang bekas menjadi barang berguna, nama gurunya bu Eri, dia salah satu guru yang cantik, baik, tegas, dan disiplin. Setiap pelajarannya anak didiknya harus memasukkan baju. Pada waktu itu saya mempunyai ide untuk membuat lentera dari kaleng bekas, dan lucunya ketika saya kelas XII, lentera saya di jadikan contoh untuk tugas adik-adik kelas. Perasaan saya sangat bangga pada waktu itu. Dan pada waktu kelas X juga banyak teman yang berhenti, ada solihin, dan julia azmi. Dan waktu ini lah kami di haruskan bisa ngomong di depan umum, yaitu yang mendidik kami adalah guru b. Indo bapak ridha selaku kepala sekolah di SMA kami, beliau lah yang sering menyuruh kami sering maju ke depan kelas, bepidato, cerita, menjelaskan materi, dan lain-lain. Proses ini berlajut sampai kelas XII, ini lah yang merubah saya dari pendiam sampai menuju pengobrol, pengomong, sehingga ada yang mengatakan saya mulutan, tidak bisa diam, astagfirullah.
Ketika mulai kenaikan kelas, kami mulai di pisah-pisahkan, berdasarkan abjad, dan syukur alhamdulillah saya masuk kelas IPA, yaitu di mana kelas yang hanya bisa di isi oleh orang-orang seleksi. Di kelas XI IA saya mulai beradabtasi lagi dengan teman-teman baru. Saya duduk dengan abdul orang matang paradah, dia orangnya sangat baik dan suka menolong. Mungkin dia teman pertama saya waktu kelas XI IA. Dari hari ke hari saya mulai kenal dan kenal dengan teman baru saya, ada tomi, supriadi, riki, lesmana, ukky, qiara, rahayu, dan lain-lain. Dan dari sinilah saya sadar betapa berharganya seorang teman, dari berhentinya mayani, lalu kecelakaan teman kami yaitu lesmana. Kami pun mulai akrab dan yang sangat berambisi untuk menyatukan kami adalah seorang sosok yang tangguh, penyabar, cantik, anggun, tabah, dan kuat. Namanya Ukky Davinci Putri, orang sekura darat, dia anak yang hebat.
Ketika mau kenaikan kelas persahabatan kami semakin erat, dan saya sangat bahagia karena moment tersebut adalah hal yang tidak pernah saya bayangkan, dengan memiliki sahabat sekelas. Karena dari sejak SD saya tidak memiliki sahabat. Dan sering menyendiri dan kesepian.
Ketika kelas XII IA, kami sering membuat acara, supaya agar lebih mempererat persahabatan kami, dari rumah ukky, novi, zakiah, nuri, nurul, dan rumah saya. Tetapi gara-gara mereka seperti tidak terlalu menggap saya, yang datang ke rumah saya Cuma ada beberapa orang yaitu boa, adi, riki, lesmana, nuri, yusra, narsih, novi, nurul, dan zakiah. Dari 30 orang  yang datang Cuma 10 orang, dari situ saya mulai merasa mereka bukanlah sahabat sejati saya, mungkin ini lah ke egoan saya muncul, tidak mau mengerti keadaan mereka, yang adanya cuman keegoisan saya sahaja yang muncul, dari peristiwa tersebut saya jarang ikut ketika teman-teman mengadakan acara. Tetapi keadaan tersebut Cuma berlansung sebentar, tidak lama kemudian kami pun mulai akrab kembali, sering ke pantai bersama-sama, sering ngumpul, dan mempersiapkan UAN. Tetapi mengapa di pikiran saya, ketika UAN SMA begitu berbeda dengan UAN SMP, mungkin karena SMP masih ingin suka-suka dan SMA sudah banyak pikiran itu lah mungkin sebabnya mengapa UAN SMA sangat menegangkan.
Sebelum UAN di mulai kami pun membagi kelompok-kelompok belajar, yang menjadi kelompok saya adalah, humaeni, ukky, narsih, yusraniarti, dan saya sendiri. Setiap ba’da isya saya selalu kerumah ukky untuk kerja kelompok. Itu adalah perjuangan yang berat bagi saya, karena malam-malam keluar dan pulangnya pun tengah malam. Kelompok belajar saya bukan ini saja, dan saya juga pernah bergabung dengan kelompok belajar Riki Risandi, adi, nurdiana, siti nur habibah, qiara, dan resti wulan anjani. Dan pernah juga belajar bersama dengan melina geti sari ( geti ), yaitu anak wali kelas kami pada waktu SMP kelas VII, yang saya ceritakan diatas. Itu pun gara-gara saya selalu ingin belajar dengan riki, dan dia lah yang mengajak saya untuk ikut bersamanya sebab riki orangnya mudah menyerap soal dan cepat mengerti, memang ada manfaatnya kami belajar bersama dengan geti, kami di beri trik-trik untuk menjawab soal dengan mudah dan cepat, geti adalah anak SMA N1 Sambas.
Moment yang paling berkesan adalah ketika ujian praktek kesenian ke pak Yayan, pertama kami tidak mau untuk melakukan ujian paraktek busana, sebab memakan biaya yang tidak sedikit, terutama bagi para wanitanya. Tetapi, di rayu-rayu bapak yayan akhirnya mau juga. Dan saya pun lansung minjam pakaiannya dan mempersiapkannya, lucunya semua yang saya pakai adalah minjam, kecuali, baju dalam, CD, dan kaos kaki. Baju punya pak teh, celana punya pak ning, jas punya kakek ( aki ), dan dasi beserta sepatu punya bapak saya.
Pas mendekati hari ujian praktek, saya mendapat bencana, HP saya tercebur kedalam air. Jadi, gagalah semua rencana mau foto-foto. Dan pas hari H nya, saya mengalami sakit perut yang teramat sangat, o iya saya sejak kecil udah sering sakit, oleh sebab itu saya sangat di sayangi semenjak kecil. Dan ternyata ketika bapak bawa saya ke dokter, saya mengidap penyakit di usus. Sebab kata dokternya usus saya sangat lemah dan sulit untuk mencerna makanan. Lalu saya pun di pantangi untuk makan makanan yang keras, dan di suruh hanya makan bubur, lalu akhirnya paginya saya sarapan hanyalah bubur nasi. Dan ketika pergi ke sekolah ingin praktek kesenian, kami lansung mengemas dan mempersiapkan ruang kelas. Setelah itu baru mandi dan berbaju di rumah adi. Ketika siangnya ada makan-makan dan saya melanggar apa kata dokter paginya. Tetapi saya hanya makan sedikit, sebab saya merasa takut, jika penyakit saya semakin parah. Acaranya berlansung seharian sampai sore.
Ketika pas hari UAN yang pertama, kami sekelas kumpul di rumah nana ( nurdiana ) dan berdo’a bersama-sama. Untungnya di kelas kami ada cucu pak labai namanya Boa ( Suhendar ), dia lah yang memimpin do’a. Setelah itu barulah hati saya merasa tenang dan mungkin dirasakan teman-teman saya juga.
Satu minggu UAN berlansung dan syukuralhamdulillah berjalan dengan lancar-lancar saja.

Kisah Hidupku Bagian 2

Sambungan...
Pada waktu itu saya sangat sedih, karena saya tidak memiliki sahabat lagi, dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, saya menemukan teman akrab lagi, namanya  ikhsan ridwan akbar, orangnya lucu, super PD, optimis, dan pantang menyerah. Dan ketika saya kelas VIII saya memiliki penyakit, yaitu kena rengas, gejalanya tangan saya gatal semua, tetapi yang kena hanya tangan sebelah kiri saya, yang sampai sekarang mansih ada bekasnya, dan pada waktu itu tangan saya menggelembung dan mengeluarkan cairan ( air parau ), dan sangat gatal. Dan ikhsan lah yang pertamakali dan terakhir kali yang tau soal itu, sebab ketika saya mengalami penyakit tersebut, saya tetap terus bersekolah, dan ketika ingin pergi kekelas saya lewat belakang, dan ketika ada orang, tangan saya selalu saya sembunyikan di belakang saya, dan saya minta kepada ikhsan ( babang ) untuk berjanji supaya tidak memberitahukan kepada sesiapapun tentang itu. Dan pada kelas VIII saya jarang sekali jajan atau kekantin. Untungnya saya orangnya pendiam, karena itu lah sifat saya dari SD yang melekat di diri saya.
Ketika kelas VIII saya menaksir seorang wanita yang manis, cantik, anggun, dan lemah lembut. Tetapi sebelum itu ketika saya kelas VII saya sudah ada menaksir seorang wanita, tetapi tidak sama rasanya dengan ketika kelas VIII, nama gadis yang saya taksir waktu itu adalah anis, orang kelumpang. Bukan saya seorang yang suka dengan anis, ternyata ikhsan sahabat saya juga suka dengan dia. Suatu hari ketika ikhsan tidak masuk sekolah karena sakit, saya memberanikan diri untuk nembak anis, dan pada waktu itu memang ada kesempatan saya untuk mengungkapkan isi hati saya kepadanya. Ketika istirahat, semua teman sekelas pada ke kantin, dan yang ada di kelas cuman ada dia dan saya, lalu saya dekati dia, dan duduk di sampingnya. Ketika mau berbicara saya sangat nerves,  lalu saya tembak dia, ketika menembaknya saya sangat lah lega, karena beban di hati sudah terkeluarkan, tetapi sayang sangat di sayangkan, saya kena tolak. Alasanya karena dia tidak ingin berpacaran, dan ingin menyelesaikan sekolah. Tetapi anehnya saya tidak begitu kecewa, malah menerima penolakkannya, setidaknya adalah sedikit kekecewaan di hati. Sebab, itu adalah ucapan pertama saya kepada seorang gadis, dan pertama kali kena tolak. Dari kejadian tersebut saya mulai percaya diri, dan tidak takut lagi nembak gadis, dan menjadi PD ( percaya diri ) dia lah pembangkit semangat yang pertama kali bagi saya. maklumlah masa-masa cimon.
Selanjutnya ketika kenaikkan kelas, saya memiliki sahabat lagi, namanya urai mayudi dan kevin jalu. Pada kelas IX sangat banyak kejadian di hidup saya, dan ketika itu saya menaksir seorang gadis lagi, dia putri salah seorang guru kami, namanya nur elita, dia cantik, manis, tinggi, anggun, dan lemah lembut. Setiap hari dia main kekelas kami, denga temannya juwita ( orang pedada ), maklumlah saya jarang hampir tidak pernah keluar jalan-jalan kekelas lain. Dan setiap dia kekelas kami, dia pasti memberi saya permen kiss yang di belakangnya ada ungkapan-ungkapan, dia jarang berbicara, mungkin karena dia malu.
Dan ketika kelas IX juga saya kehilangan sepeda, padahal sepeda itu baru satu bulan bapak saya belikan, saya pada waktu itu sangat sedih dan takut. Lalu saya tunggu sepeda saya, siapa tau mungkin ada orang yang meminjamnya, pas pada waktu itu adalah hari jumat di mana orang semua bersiap-siap untuk melaksanakan sholat jumat. Dari menit ke menit, dari jam ke jam saya tunggu, sehingga orang sholat jumat pun selesai, dan saya lihat sepeda saya belum ada. Saya pun kebingungan, untuk pulang. Sampai jam 14:00 saya menunggu, dan akhirnya ada salah seorang guru SD kami, yang lewat ingin pergi mengajar, dan saya lambai dan saya berhentikan sepeda motornya. Lalu saya minta tolong untuk menumpang sampai kerumah saya. Setiba di rumah, saya lansung menceritakan peristiwa tersebut kepada ibu saya, dan sorenya kami lihat kembali sepeda saya bersama bapak saya. Tetapi masih seperti sebelumnya, tidak ada di tempat sepedanya.
Dari peristiwa tersebut saya sering mengurung diri di kamar, dan ibu saya pun khawatir dengan keadaan saya, lalu di pesankannya kepada adik saya supaya jangan terlalu dipikirkan nanti bisa-bisa jadi stress. Sebenarnya saya tidak begitu memikirkan hal itu, cuman saya merasa tidak berguna dan tidak amanah untuk menjaga barang pemberian orang tua saya. Saya waktu itu sangat kecewa dengan diri saya, gara-gara kelalaian saya, sepeda saya hilang.
Dari hari ke hari saya hanya numpang dengan teman saya, dan perasaan saya pun tidak nyaman dengan orang yang saya tumpangi. Suatu hari, bapak saya mendapat kabar, bahwa kami mendapat juara II undian bank BRI, lalu bapak saya bersegera ke sekura untuk mengecek hal tersebut, dan ternyata benar, kami mendapatkan sepeda motor bermerk jupiter z warna merah. Dari hari ke hari bapak saya desak supaya cepat-cepat untuk mengambil sepeda motornya, pada waktu itu saya sangat egois, dan tidak sabaran.
Ketika kelas IX saya sangat aktif dalam kepramukaan, dan kami sering mengadakan kemah, ke pimpinan, ke tekarang, ke sambas, dan ke matang danau.
Ketika sebelum ujian dimulai di SMP kami mengadakan less, yang dilaksanakan setelah jam pelajaran, dan saya setiap harinya membawa bekal dari rumah, dan yang pertama kali yang bawa bekal adalah kami berempat, nurlela, nursanda, baniah, dan saya. Pada hari pertama kami makan di kelas, dan hari-hari selanjutnya kami makan berbekalan kami di rampuk( padang ilalang ) kami yang melapanginya dengan kaki-kaki kami, dari hari ke hari semakin ramai yang membawa bekal. Dan gara-gara hutan tersebut lapang oleh kami, lalu adik-adik kelas semakin melapanginya dan membuat taman di dalam hutan, ada ayunan, ada kursi santai, ada tempat memantau, dan gua. Sering tempat tersebut dijadikan anak-anak nakal untuk bolos, merokok, dan berpacaran. Dan lama ke lamaan akhirnya ketahuan oleh guru markas mereka, dan tidak lama setelah itu hutan tersebut di tebas habis dan menjadi kebun orang. Dan suatu hari motor pun bisa di ambil dari bank, dan saya pun pergi ke sekolah menggunakan sepeda motor, suatu hari ketika hari jumat, saya pulang dari sekolah mengalami suatu kejadian, yang dimana anak sekolah pada berpulangan yang ramai di jalanan. Ketika saya melewati persimpangan SMP 1 saya menyenggol salah seorang yang menggunakan sepeda, dan dia pun terlempar ketepi. Dan bodohnya saya, malah saya cepat-cepat bangun dan meninggalkannya, bukan malah menolongnya dan memintamaaf, mungkin waktu itu saya hanya berfikiran cuman satu yaitu sholat jumat. Gara-gara kejadian tersebut saya kepikiran terus, dan selalu merasa bersalah. Keesokkan harinya saya cari tau siapa yang saya tabrak, saya minta tolong kepada yudi untuk membantu saya. Dan akhirnya ketemu siapa yang saya tabrak, ternyata dia anak SMP 1  kelas VIII dia orang mensungai, namanya yani. Untungnya rumahnya di belakang rumah yudi. Dan sekali lagi saya meminta tolong kepada yudi untuk bisa mempertemukan kami, sebab saya ingin sekali berbicara dan meminta maaf dengan dia. Keesokan malamnya saya di ajak yudi main kerumahnya dan disana ternyata ada yani, dia orangnya sangat pemalu, cantik, dan anggun. Saya pun minta maaf dengan dia masalah kemaren.
Ketika ujian SMP kami (saya dan Yudi) berlomba supaya saling duluan keluar dari ruang ketika ujian, dan lucunya yudi selalu yang menunggu saya di luar ruang ujian. Dan ketika mengambil kelulusan, saya sangat bergembira, karena ramai teman-teman yang tersenyum, dan ketika surat di bagikan, banyak hal yang terjadi. Ada yang menangis, tertawa, kecewa, bahagia, dan lain-lain. Dan ketika saya ingin mencari yudi, ternyata dia sudah pulang, dan setelah itu saya mendengar dia tidak lulus, dan akan melanjutkan ke MADRASAH ALIAH dan ikhsan pun ikut mendaftar ke MADRASAH ALIAH, tetapi lucunya ternyata yudi belum mendaftar, dia cuman merencanakan. Dan si yudi pun mendaftar ke SMK, lalu ikhsan kecewa karena merasa di kehianati oleh sahabat sendiri. Dia cuman beberapa hari yang masuk, dan seterusnya dia berhenti dan pindah ke pontianak dan bekerja di sana.