Pada waktu itu
saya sangat sedih, karena saya tidak memiliki sahabat lagi, dari hari ke hari,
minggu ke minggu, bulan ke bulan, saya menemukan teman akrab lagi, namanya ikhsan ridwan akbar, orangnya lucu, super PD,
optimis, dan pantang menyerah. Dan ketika saya kelas VIII saya memiliki
penyakit, yaitu kena rengas, gejalanya tangan saya gatal semua, tetapi yang
kena hanya tangan sebelah kiri saya, yang sampai sekarang mansih ada bekasnya,
dan pada waktu itu tangan saya menggelembung dan mengeluarkan cairan ( air
parau ), dan sangat gatal. Dan ikhsan lah yang pertamakali dan terakhir kali
yang tau soal itu, sebab ketika saya mengalami penyakit tersebut, saya tetap
terus bersekolah, dan ketika ingin pergi kekelas saya lewat belakang, dan
ketika ada orang, tangan saya selalu saya sembunyikan di belakang saya, dan
saya minta kepada ikhsan ( babang ) untuk berjanji supaya tidak memberitahukan
kepada sesiapapun tentang itu. Dan pada kelas VIII saya jarang sekali jajan
atau kekantin. Untungnya saya orangnya pendiam, karena itu lah sifat saya dari
SD yang melekat di diri saya.
Ketika kelas
VIII saya menaksir seorang wanita yang manis, cantik, anggun, dan lemah lembut.
Tetapi sebelum itu ketika saya kelas VII saya sudah ada menaksir seorang
wanita, tetapi tidak sama rasanya dengan ketika kelas VIII, nama gadis yang
saya taksir waktu itu adalah anis, orang kelumpang. Bukan saya seorang yang
suka dengan anis, ternyata ikhsan sahabat saya juga suka dengan dia. Suatu hari
ketika ikhsan tidak masuk sekolah karena sakit, saya memberanikan diri untuk
nembak anis, dan pada waktu itu memang ada kesempatan saya untuk mengungkapkan
isi hati saya kepadanya. Ketika istirahat, semua teman sekelas pada ke kantin,
dan yang ada di kelas cuman ada dia dan saya, lalu saya dekati dia, dan duduk
di sampingnya. Ketika mau berbicara saya sangat nerves, lalu saya tembak dia, ketika menembaknya saya
sangat lah lega, karena beban di hati sudah terkeluarkan, tetapi sayang sangat
di sayangkan, saya kena tolak. Alasanya karena dia tidak ingin berpacaran, dan
ingin menyelesaikan sekolah. Tetapi anehnya saya tidak begitu kecewa, malah
menerima penolakkannya, setidaknya adalah sedikit kekecewaan di hati. Sebab,
itu adalah ucapan pertama saya kepada seorang gadis, dan pertama kali kena
tolak. Dari kejadian tersebut saya mulai percaya diri, dan tidak takut lagi
nembak gadis, dan menjadi PD ( percaya diri ) dia lah pembangkit semangat yang
pertama kali bagi saya. maklumlah masa-masa cimon.
Selanjutnya
ketika kenaikkan kelas, saya memiliki sahabat lagi, namanya urai mayudi dan
kevin jalu. Pada kelas IX sangat banyak kejadian di hidup saya, dan ketika itu
saya menaksir seorang gadis lagi, dia putri salah seorang guru kami, namanya
nur elita, dia cantik, manis, tinggi, anggun, dan lemah lembut. Setiap hari dia
main kekelas kami, denga temannya juwita ( orang pedada ), maklumlah saya jarang
hampir tidak pernah keluar jalan-jalan kekelas lain. Dan setiap dia kekelas
kami, dia pasti memberi saya permen kiss yang di belakangnya ada
ungkapan-ungkapan, dia jarang berbicara, mungkin karena dia malu.
Dan ketika
kelas IX juga saya kehilangan sepeda, padahal sepeda itu baru satu bulan bapak
saya belikan, saya pada waktu itu sangat sedih dan takut. Lalu saya tunggu
sepeda saya, siapa tau mungkin ada orang yang meminjamnya, pas pada waktu itu
adalah hari jumat di mana orang semua bersiap-siap untuk melaksanakan sholat
jumat. Dari menit ke menit, dari jam ke jam saya tunggu, sehingga orang sholat
jumat pun selesai, dan saya lihat sepeda saya belum ada. Saya pun kebingungan,
untuk pulang. Sampai jam 14:00 saya menunggu, dan akhirnya ada salah seorang
guru SD kami, yang lewat ingin pergi mengajar, dan saya lambai dan saya
berhentikan sepeda motornya. Lalu saya minta tolong untuk menumpang sampai
kerumah saya. Setiba di rumah, saya lansung menceritakan peristiwa tersebut
kepada ibu saya, dan sorenya kami lihat kembali sepeda saya bersama bapak saya.
Tetapi masih seperti sebelumnya, tidak ada di tempat sepedanya.
Dari peristiwa
tersebut saya sering mengurung diri di kamar, dan ibu saya pun khawatir dengan
keadaan saya, lalu di pesankannya kepada adik saya supaya jangan terlalu
dipikirkan nanti bisa-bisa jadi stress. Sebenarnya saya tidak begitu memikirkan
hal itu, cuman saya merasa tidak berguna dan tidak amanah untuk menjaga barang
pemberian orang tua saya. Saya waktu itu sangat kecewa dengan diri saya,
gara-gara kelalaian saya, sepeda saya hilang.
Dari hari ke
hari saya hanya numpang dengan teman saya, dan perasaan saya pun tidak nyaman
dengan orang yang saya tumpangi. Suatu hari, bapak saya mendapat kabar, bahwa
kami mendapat juara II undian bank BRI, lalu bapak saya bersegera ke sekura
untuk mengecek hal tersebut, dan ternyata benar, kami mendapatkan sepeda motor
bermerk jupiter z warna merah. Dari hari ke hari bapak saya desak supaya
cepat-cepat untuk mengambil sepeda motornya, pada waktu itu saya sangat egois,
dan tidak sabaran.
Ketika kelas IX
saya sangat aktif dalam kepramukaan, dan kami sering mengadakan kemah, ke
pimpinan, ke tekarang, ke sambas, dan ke matang danau.
Ketika sebelum
ujian dimulai di SMP kami mengadakan less, yang dilaksanakan setelah jam
pelajaran, dan saya setiap harinya membawa bekal dari rumah, dan yang pertama
kali yang bawa bekal adalah kami berempat, nurlela, nursanda, baniah, dan saya.
Pada hari pertama kami makan di kelas, dan hari-hari selanjutnya kami makan
berbekalan kami di rampuk( padang ilalang ) kami yang melapanginya dengan
kaki-kaki kami, dari hari ke hari semakin ramai yang membawa bekal. Dan
gara-gara hutan tersebut lapang oleh kami, lalu adik-adik kelas semakin
melapanginya dan membuat taman di dalam hutan, ada ayunan, ada kursi santai,
ada tempat memantau, dan gua. Sering tempat tersebut dijadikan anak-anak nakal
untuk bolos, merokok, dan berpacaran. Dan lama ke lamaan akhirnya ketahuan oleh
guru markas mereka, dan tidak lama setelah itu hutan tersebut di tebas habis
dan menjadi kebun orang. Dan suatu hari motor pun bisa di ambil dari bank, dan
saya pun pergi ke sekolah menggunakan sepeda motor, suatu hari ketika hari
jumat, saya pulang dari sekolah mengalami suatu kejadian, yang dimana anak
sekolah pada berpulangan yang ramai di jalanan. Ketika saya melewati
persimpangan SMP 1 saya menyenggol salah seorang yang menggunakan sepeda, dan
dia pun terlempar ketepi. Dan bodohnya saya, malah saya cepat-cepat bangun dan
meninggalkannya, bukan malah menolongnya dan memintamaaf, mungkin waktu itu
saya hanya berfikiran cuman satu yaitu sholat jumat. Gara-gara kejadian
tersebut saya kepikiran terus, dan selalu merasa bersalah. Keesokkan harinya
saya cari tau siapa yang saya tabrak, saya minta tolong kepada yudi untuk
membantu saya. Dan akhirnya ketemu siapa yang saya tabrak, ternyata dia anak
SMP 1 kelas VIII dia orang mensungai,
namanya yani. Untungnya rumahnya di belakang rumah yudi. Dan sekali lagi saya
meminta tolong kepada yudi untuk bisa mempertemukan kami, sebab saya ingin
sekali berbicara dan meminta maaf dengan dia. Keesokan malamnya saya di ajak
yudi main kerumahnya dan disana ternyata ada yani, dia orangnya sangat pemalu,
cantik, dan anggun. Saya pun minta maaf dengan dia masalah kemaren.
Ketika ujian
SMP kami (saya dan Yudi) berlomba supaya saling duluan keluar dari ruang ketika
ujian, dan lucunya yudi selalu yang menunggu saya di luar ruang ujian. Dan
ketika mengambil kelulusan, saya sangat bergembira, karena ramai teman-teman
yang tersenyum, dan ketika surat di bagikan, banyak hal yang terjadi. Ada yang
menangis, tertawa, kecewa, bahagia, dan lain-lain. Dan ketika saya ingin mencari
yudi, ternyata dia sudah pulang, dan setelah itu saya mendengar dia tidak
lulus, dan akan melanjutkan ke MADRASAH ALIAH dan ikhsan pun ikut mendaftar ke
MADRASAH ALIAH, tetapi lucunya ternyata yudi belum mendaftar, dia cuman
merencanakan. Dan si yudi pun mendaftar ke SMK, lalu ikhsan kecewa karena
merasa di kehianati oleh sahabat sendiri. Dia cuman beberapa hari yang masuk,
dan seterusnya dia berhenti dan pindah ke pontianak dan bekerja di sana.
No comments:
Post a Comment