Saturday, February 11, 2012

Kisah Hidupku Bagian 2

Sambungan...
Pada waktu itu saya sangat sedih, karena saya tidak memiliki sahabat lagi, dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, saya menemukan teman akrab lagi, namanya  ikhsan ridwan akbar, orangnya lucu, super PD, optimis, dan pantang menyerah. Dan ketika saya kelas VIII saya memiliki penyakit, yaitu kena rengas, gejalanya tangan saya gatal semua, tetapi yang kena hanya tangan sebelah kiri saya, yang sampai sekarang mansih ada bekasnya, dan pada waktu itu tangan saya menggelembung dan mengeluarkan cairan ( air parau ), dan sangat gatal. Dan ikhsan lah yang pertamakali dan terakhir kali yang tau soal itu, sebab ketika saya mengalami penyakit tersebut, saya tetap terus bersekolah, dan ketika ingin pergi kekelas saya lewat belakang, dan ketika ada orang, tangan saya selalu saya sembunyikan di belakang saya, dan saya minta kepada ikhsan ( babang ) untuk berjanji supaya tidak memberitahukan kepada sesiapapun tentang itu. Dan pada kelas VIII saya jarang sekali jajan atau kekantin. Untungnya saya orangnya pendiam, karena itu lah sifat saya dari SD yang melekat di diri saya.
Ketika kelas VIII saya menaksir seorang wanita yang manis, cantik, anggun, dan lemah lembut. Tetapi sebelum itu ketika saya kelas VII saya sudah ada menaksir seorang wanita, tetapi tidak sama rasanya dengan ketika kelas VIII, nama gadis yang saya taksir waktu itu adalah anis, orang kelumpang. Bukan saya seorang yang suka dengan anis, ternyata ikhsan sahabat saya juga suka dengan dia. Suatu hari ketika ikhsan tidak masuk sekolah karena sakit, saya memberanikan diri untuk nembak anis, dan pada waktu itu memang ada kesempatan saya untuk mengungkapkan isi hati saya kepadanya. Ketika istirahat, semua teman sekelas pada ke kantin, dan yang ada di kelas cuman ada dia dan saya, lalu saya dekati dia, dan duduk di sampingnya. Ketika mau berbicara saya sangat nerves,  lalu saya tembak dia, ketika menembaknya saya sangat lah lega, karena beban di hati sudah terkeluarkan, tetapi sayang sangat di sayangkan, saya kena tolak. Alasanya karena dia tidak ingin berpacaran, dan ingin menyelesaikan sekolah. Tetapi anehnya saya tidak begitu kecewa, malah menerima penolakkannya, setidaknya adalah sedikit kekecewaan di hati. Sebab, itu adalah ucapan pertama saya kepada seorang gadis, dan pertama kali kena tolak. Dari kejadian tersebut saya mulai percaya diri, dan tidak takut lagi nembak gadis, dan menjadi PD ( percaya diri ) dia lah pembangkit semangat yang pertama kali bagi saya. maklumlah masa-masa cimon.
Selanjutnya ketika kenaikkan kelas, saya memiliki sahabat lagi, namanya urai mayudi dan kevin jalu. Pada kelas IX sangat banyak kejadian di hidup saya, dan ketika itu saya menaksir seorang gadis lagi, dia putri salah seorang guru kami, namanya nur elita, dia cantik, manis, tinggi, anggun, dan lemah lembut. Setiap hari dia main kekelas kami, denga temannya juwita ( orang pedada ), maklumlah saya jarang hampir tidak pernah keluar jalan-jalan kekelas lain. Dan setiap dia kekelas kami, dia pasti memberi saya permen kiss yang di belakangnya ada ungkapan-ungkapan, dia jarang berbicara, mungkin karena dia malu.
Dan ketika kelas IX juga saya kehilangan sepeda, padahal sepeda itu baru satu bulan bapak saya belikan, saya pada waktu itu sangat sedih dan takut. Lalu saya tunggu sepeda saya, siapa tau mungkin ada orang yang meminjamnya, pas pada waktu itu adalah hari jumat di mana orang semua bersiap-siap untuk melaksanakan sholat jumat. Dari menit ke menit, dari jam ke jam saya tunggu, sehingga orang sholat jumat pun selesai, dan saya lihat sepeda saya belum ada. Saya pun kebingungan, untuk pulang. Sampai jam 14:00 saya menunggu, dan akhirnya ada salah seorang guru SD kami, yang lewat ingin pergi mengajar, dan saya lambai dan saya berhentikan sepeda motornya. Lalu saya minta tolong untuk menumpang sampai kerumah saya. Setiba di rumah, saya lansung menceritakan peristiwa tersebut kepada ibu saya, dan sorenya kami lihat kembali sepeda saya bersama bapak saya. Tetapi masih seperti sebelumnya, tidak ada di tempat sepedanya.
Dari peristiwa tersebut saya sering mengurung diri di kamar, dan ibu saya pun khawatir dengan keadaan saya, lalu di pesankannya kepada adik saya supaya jangan terlalu dipikirkan nanti bisa-bisa jadi stress. Sebenarnya saya tidak begitu memikirkan hal itu, cuman saya merasa tidak berguna dan tidak amanah untuk menjaga barang pemberian orang tua saya. Saya waktu itu sangat kecewa dengan diri saya, gara-gara kelalaian saya, sepeda saya hilang.
Dari hari ke hari saya hanya numpang dengan teman saya, dan perasaan saya pun tidak nyaman dengan orang yang saya tumpangi. Suatu hari, bapak saya mendapat kabar, bahwa kami mendapat juara II undian bank BRI, lalu bapak saya bersegera ke sekura untuk mengecek hal tersebut, dan ternyata benar, kami mendapatkan sepeda motor bermerk jupiter z warna merah. Dari hari ke hari bapak saya desak supaya cepat-cepat untuk mengambil sepeda motornya, pada waktu itu saya sangat egois, dan tidak sabaran.
Ketika kelas IX saya sangat aktif dalam kepramukaan, dan kami sering mengadakan kemah, ke pimpinan, ke tekarang, ke sambas, dan ke matang danau.
Ketika sebelum ujian dimulai di SMP kami mengadakan less, yang dilaksanakan setelah jam pelajaran, dan saya setiap harinya membawa bekal dari rumah, dan yang pertama kali yang bawa bekal adalah kami berempat, nurlela, nursanda, baniah, dan saya. Pada hari pertama kami makan di kelas, dan hari-hari selanjutnya kami makan berbekalan kami di rampuk( padang ilalang ) kami yang melapanginya dengan kaki-kaki kami, dari hari ke hari semakin ramai yang membawa bekal. Dan gara-gara hutan tersebut lapang oleh kami, lalu adik-adik kelas semakin melapanginya dan membuat taman di dalam hutan, ada ayunan, ada kursi santai, ada tempat memantau, dan gua. Sering tempat tersebut dijadikan anak-anak nakal untuk bolos, merokok, dan berpacaran. Dan lama ke lamaan akhirnya ketahuan oleh guru markas mereka, dan tidak lama setelah itu hutan tersebut di tebas habis dan menjadi kebun orang. Dan suatu hari motor pun bisa di ambil dari bank, dan saya pun pergi ke sekolah menggunakan sepeda motor, suatu hari ketika hari jumat, saya pulang dari sekolah mengalami suatu kejadian, yang dimana anak sekolah pada berpulangan yang ramai di jalanan. Ketika saya melewati persimpangan SMP 1 saya menyenggol salah seorang yang menggunakan sepeda, dan dia pun terlempar ketepi. Dan bodohnya saya, malah saya cepat-cepat bangun dan meninggalkannya, bukan malah menolongnya dan memintamaaf, mungkin waktu itu saya hanya berfikiran cuman satu yaitu sholat jumat. Gara-gara kejadian tersebut saya kepikiran terus, dan selalu merasa bersalah. Keesokkan harinya saya cari tau siapa yang saya tabrak, saya minta tolong kepada yudi untuk membantu saya. Dan akhirnya ketemu siapa yang saya tabrak, ternyata dia anak SMP 1  kelas VIII dia orang mensungai, namanya yani. Untungnya rumahnya di belakang rumah yudi. Dan sekali lagi saya meminta tolong kepada yudi untuk bisa mempertemukan kami, sebab saya ingin sekali berbicara dan meminta maaf dengan dia. Keesokan malamnya saya di ajak yudi main kerumahnya dan disana ternyata ada yani, dia orangnya sangat pemalu, cantik, dan anggun. Saya pun minta maaf dengan dia masalah kemaren.
Ketika ujian SMP kami (saya dan Yudi) berlomba supaya saling duluan keluar dari ruang ketika ujian, dan lucunya yudi selalu yang menunggu saya di luar ruang ujian. Dan ketika mengambil kelulusan, saya sangat bergembira, karena ramai teman-teman yang tersenyum, dan ketika surat di bagikan, banyak hal yang terjadi. Ada yang menangis, tertawa, kecewa, bahagia, dan lain-lain. Dan ketika saya ingin mencari yudi, ternyata dia sudah pulang, dan setelah itu saya mendengar dia tidak lulus, dan akan melanjutkan ke MADRASAH ALIAH dan ikhsan pun ikut mendaftar ke MADRASAH ALIAH, tetapi lucunya ternyata yudi belum mendaftar, dia cuman merencanakan. Dan si yudi pun mendaftar ke SMK, lalu ikhsan kecewa karena merasa di kehianati oleh sahabat sendiri. Dia cuman beberapa hari yang masuk, dan seterusnya dia berhenti dan pindah ke pontianak dan bekerja di sana.

No comments:

Post a Comment