Dan saya
melanjutkan ke SMA, dan kesekian kalinya saya berpisah dengan sahabat saya. Ketika
masuk SMA saya di belikan hp oleh bapak saya, dan ketika kelas X saya mulai berhubungan
dengan yani, dan saya minta no hp nya ke yudi, lalu saya tembak lewat hp.
Lucunya dia nerimanya dengan sebuah lagu. Yaitu lagu T2 yaitu OK. Dari semenjak
itulah saya menyukai lagu OK tersebut.
Tetapi hubungan
kami tidak lama, karena sebelum itu pun saya sudah menjalin hubungan dengan nur
elita kami jadian pun lewat hp, dan ingin berjumpa dengan nur elita sangat
sulit semenjak saya sekolah SMA, ingin ketemu pun sulit, suatu malam saya nekat
ingin main kerumahnya, tetapi dia tidak mau. Lalu dia pun saya ajak ketemuan,
itu pun ketemuanya jarak jauh. Dia di rumah, saya di jalan. Oleh sebab itu kami
pun mulai saling menjauh, jarang konek lagi.
Ketika kelas X
saya menyendiri lagi dan lebih suka di dalam kelas dari pada di luar kelas, dan
waktu kelas X juga saya mencoba untuk bergaul dengan anak-anak nakal, saya
pernah bolos ketika pelajaran Fisika yang di ajarkan bapak Bustam, ST. Sebab
alasan kami bolos adalah karena guru tersebut sangat membosankan. Tetapi ketika
saya ikut-ikutan bolos saya sangat menyesal, karena bolos itu tidak
mengenakkan, lebih-lebih lagi ketika bolosnya ke wc, yang bau rengang.huek...
Dari situ saya
berhenti untuk bergaul dengan mereka. Dan ketika kelas X saya menaksir seorang
gadis, namanya widya wanti elina. Dia orang perigi parit. Tetapi saya tidak
begitu berani untuk mengungkapkannya, karena saya merasa dia tidak layak dengan
saya, lagi pula saya tidak ada rasa cinta dengannya. Suatu hari kami di beri
tugas oleh guru biologi untuk memanfaatkan barang bekas menjadi barang berguna,
nama gurunya bu Eri, dia salah satu guru yang cantik, baik, tegas, dan
disiplin. Setiap pelajarannya anak didiknya harus memasukkan baju. Pada waktu
itu saya mempunyai ide untuk membuat lentera dari kaleng bekas, dan lucunya
ketika saya kelas XII, lentera saya di jadikan contoh untuk tugas adik-adik
kelas. Perasaan saya sangat bangga pada waktu itu. Dan pada waktu kelas X juga
banyak teman yang berhenti, ada solihin, dan julia azmi. Dan waktu ini lah kami
di haruskan bisa ngomong di depan umum, yaitu yang mendidik kami adalah guru b.
Indo bapak ridha selaku kepala sekolah di SMA kami, beliau lah yang sering
menyuruh kami sering maju ke depan kelas, bepidato, cerita, menjelaskan materi,
dan lain-lain. Proses ini berlajut sampai kelas XII, ini lah yang merubah saya
dari pendiam sampai menuju pengobrol, pengomong, sehingga ada yang mengatakan
saya mulutan, tidak bisa diam, astagfirullah.
Ketika mulai
kenaikan kelas, kami mulai di pisah-pisahkan, berdasarkan abjad, dan syukur
alhamdulillah saya masuk kelas IPA, yaitu di mana kelas yang hanya bisa di isi
oleh orang-orang seleksi. Di kelas XI IA saya mulai beradabtasi lagi dengan
teman-teman baru. Saya duduk dengan abdul orang matang paradah, dia orangnya
sangat baik dan suka menolong. Mungkin dia teman pertama saya waktu kelas XI
IA. Dari hari ke hari saya mulai kenal dan kenal dengan teman baru saya, ada
tomi, supriadi, riki, lesmana, ukky, qiara, rahayu, dan lain-lain. Dan dari
sinilah saya sadar betapa berharganya seorang teman, dari berhentinya mayani,
lalu kecelakaan teman kami yaitu lesmana. Kami pun mulai akrab dan yang sangat
berambisi untuk menyatukan kami adalah seorang sosok yang tangguh, penyabar,
cantik, anggun, tabah, dan kuat. Namanya Ukky Davinci Putri, orang sekura
darat, dia anak yang hebat.
Ketika mau
kenaikan kelas persahabatan kami semakin erat, dan saya sangat bahagia karena
moment tersebut adalah hal yang tidak pernah saya bayangkan, dengan memiliki
sahabat sekelas. Karena dari sejak SD saya tidak memiliki sahabat. Dan sering
menyendiri dan kesepian.
Ketika kelas
XII IA, kami sering membuat acara, supaya agar lebih mempererat persahabatan
kami, dari rumah ukky, novi, zakiah, nuri, nurul, dan rumah saya. Tetapi
gara-gara mereka seperti tidak terlalu menggap saya, yang datang ke rumah saya
Cuma ada beberapa orang yaitu boa, adi, riki, lesmana, nuri, yusra, narsih,
novi, nurul, dan zakiah. Dari 30 orang
yang datang Cuma 10 orang, dari situ saya mulai merasa mereka bukanlah
sahabat sejati saya, mungkin ini lah ke egoan saya muncul, tidak mau mengerti
keadaan mereka, yang adanya cuman keegoisan saya sahaja yang muncul, dari
peristiwa tersebut saya jarang ikut ketika teman-teman mengadakan acara. Tetapi
keadaan tersebut Cuma berlansung sebentar, tidak lama kemudian kami pun mulai
akrab kembali, sering ke pantai bersama-sama, sering ngumpul, dan mempersiapkan
UAN. Tetapi mengapa di pikiran saya, ketika UAN SMA begitu berbeda dengan UAN
SMP, mungkin karena SMP masih ingin suka-suka dan SMA sudah banyak pikiran itu
lah mungkin sebabnya mengapa UAN SMA sangat menegangkan.
Sebelum UAN di
mulai kami pun membagi kelompok-kelompok belajar, yang menjadi kelompok saya
adalah, humaeni, ukky, narsih, yusraniarti, dan saya sendiri. Setiap ba’da isya
saya selalu kerumah ukky untuk kerja kelompok. Itu adalah perjuangan yang berat
bagi saya, karena malam-malam keluar dan pulangnya pun tengah malam. Kelompok
belajar saya bukan ini saja, dan saya juga pernah bergabung dengan kelompok
belajar Riki Risandi, adi, nurdiana, siti nur habibah, qiara, dan resti wulan
anjani. Dan pernah juga belajar bersama dengan melina geti sari ( geti ), yaitu
anak wali kelas kami pada waktu SMP kelas VII, yang saya ceritakan diatas. Itu
pun gara-gara saya selalu ingin belajar dengan riki, dan dia lah yang mengajak
saya untuk ikut bersamanya sebab riki orangnya mudah menyerap soal dan cepat
mengerti, memang ada manfaatnya kami belajar bersama dengan geti, kami di beri
trik-trik untuk menjawab soal dengan mudah dan cepat, geti adalah anak SMA N1
Sambas.
Moment yang
paling berkesan adalah ketika ujian praktek kesenian ke pak Yayan, pertama kami
tidak mau untuk melakukan ujian paraktek busana, sebab memakan biaya yang tidak
sedikit, terutama bagi para wanitanya. Tetapi, di rayu-rayu bapak yayan
akhirnya mau juga. Dan saya pun lansung minjam pakaiannya dan mempersiapkannya,
lucunya semua yang saya pakai adalah minjam, kecuali, baju dalam, CD, dan kaos
kaki. Baju punya pak teh, celana punya pak ning, jas punya kakek ( aki ), dan
dasi beserta sepatu punya bapak saya.
Pas mendekati
hari ujian praktek, saya mendapat bencana, HP saya tercebur kedalam air. Jadi,
gagalah semua rencana mau foto-foto. Dan pas hari H nya, saya mengalami sakit
perut yang teramat sangat, o iya saya sejak kecil udah sering sakit, oleh sebab
itu saya sangat di sayangi semenjak kecil. Dan ternyata ketika bapak bawa saya
ke dokter, saya mengidap penyakit di usus. Sebab kata dokternya usus saya
sangat lemah dan sulit untuk mencerna makanan. Lalu saya pun di pantangi untuk
makan makanan yang keras, dan di suruh hanya makan bubur, lalu akhirnya paginya
saya sarapan hanyalah bubur nasi. Dan ketika pergi ke sekolah ingin praktek
kesenian, kami lansung mengemas dan mempersiapkan ruang kelas. Setelah itu baru
mandi dan berbaju di rumah adi. Ketika siangnya ada makan-makan dan saya
melanggar apa kata dokter paginya. Tetapi saya hanya makan sedikit, sebab saya
merasa takut, jika penyakit saya semakin parah. Acaranya berlansung seharian
sampai sore.
Ketika pas hari
UAN yang pertama, kami sekelas kumpul di rumah nana ( nurdiana ) dan berdo’a
bersama-sama. Untungnya di kelas kami ada cucu pak labai namanya Boa ( Suhendar
), dia lah yang memimpin do’a. Setelah itu barulah hati saya merasa tenang dan
mungkin dirasakan teman-teman saya juga.
Satu minggu UAN
berlansung dan syukuralhamdulillah berjalan dengan lancar-lancar saja.
No comments:
Post a Comment