Saturday, February 11, 2012

Kisah Hidupku Bagian 3

Sambungan...
Dan saya melanjutkan ke SMA, dan kesekian kalinya saya berpisah dengan sahabat saya. Ketika masuk SMA saya di belikan hp oleh bapak saya, dan ketika kelas X saya mulai berhubungan dengan yani, dan saya minta no hp nya ke yudi, lalu saya tembak lewat hp. Lucunya dia nerimanya dengan sebuah lagu. Yaitu lagu T2 yaitu OK. Dari semenjak itulah saya menyukai lagu OK tersebut.
Tetapi hubungan kami tidak lama, karena sebelum itu pun saya sudah menjalin hubungan dengan nur elita kami jadian pun lewat hp, dan ingin berjumpa dengan nur elita sangat sulit semenjak saya sekolah SMA, ingin ketemu pun sulit, suatu malam saya nekat ingin main kerumahnya, tetapi dia tidak mau. Lalu dia pun saya ajak ketemuan, itu pun ketemuanya jarak jauh. Dia di rumah, saya di jalan. Oleh sebab itu kami pun mulai saling menjauh, jarang konek lagi.
Ketika kelas X saya menyendiri lagi dan lebih suka di dalam kelas dari pada di luar kelas, dan waktu kelas X juga saya mencoba untuk bergaul dengan anak-anak nakal, saya pernah bolos ketika pelajaran Fisika yang di ajarkan bapak Bustam, ST. Sebab alasan kami bolos adalah karena guru tersebut sangat membosankan. Tetapi ketika saya ikut-ikutan bolos saya sangat menyesal, karena bolos itu tidak mengenakkan, lebih-lebih lagi ketika bolosnya ke wc, yang bau rengang.huek...
Dari situ saya berhenti untuk bergaul dengan mereka. Dan ketika kelas X saya menaksir seorang gadis, namanya widya wanti elina. Dia orang perigi parit. Tetapi saya tidak begitu berani untuk mengungkapkannya, karena saya merasa dia tidak layak dengan saya, lagi pula saya tidak ada rasa cinta dengannya. Suatu hari kami di beri tugas oleh guru biologi untuk memanfaatkan barang bekas menjadi barang berguna, nama gurunya bu Eri, dia salah satu guru yang cantik, baik, tegas, dan disiplin. Setiap pelajarannya anak didiknya harus memasukkan baju. Pada waktu itu saya mempunyai ide untuk membuat lentera dari kaleng bekas, dan lucunya ketika saya kelas XII, lentera saya di jadikan contoh untuk tugas adik-adik kelas. Perasaan saya sangat bangga pada waktu itu. Dan pada waktu kelas X juga banyak teman yang berhenti, ada solihin, dan julia azmi. Dan waktu ini lah kami di haruskan bisa ngomong di depan umum, yaitu yang mendidik kami adalah guru b. Indo bapak ridha selaku kepala sekolah di SMA kami, beliau lah yang sering menyuruh kami sering maju ke depan kelas, bepidato, cerita, menjelaskan materi, dan lain-lain. Proses ini berlajut sampai kelas XII, ini lah yang merubah saya dari pendiam sampai menuju pengobrol, pengomong, sehingga ada yang mengatakan saya mulutan, tidak bisa diam, astagfirullah.
Ketika mulai kenaikan kelas, kami mulai di pisah-pisahkan, berdasarkan abjad, dan syukur alhamdulillah saya masuk kelas IPA, yaitu di mana kelas yang hanya bisa di isi oleh orang-orang seleksi. Di kelas XI IA saya mulai beradabtasi lagi dengan teman-teman baru. Saya duduk dengan abdul orang matang paradah, dia orangnya sangat baik dan suka menolong. Mungkin dia teman pertama saya waktu kelas XI IA. Dari hari ke hari saya mulai kenal dan kenal dengan teman baru saya, ada tomi, supriadi, riki, lesmana, ukky, qiara, rahayu, dan lain-lain. Dan dari sinilah saya sadar betapa berharganya seorang teman, dari berhentinya mayani, lalu kecelakaan teman kami yaitu lesmana. Kami pun mulai akrab dan yang sangat berambisi untuk menyatukan kami adalah seorang sosok yang tangguh, penyabar, cantik, anggun, tabah, dan kuat. Namanya Ukky Davinci Putri, orang sekura darat, dia anak yang hebat.
Ketika mau kenaikan kelas persahabatan kami semakin erat, dan saya sangat bahagia karena moment tersebut adalah hal yang tidak pernah saya bayangkan, dengan memiliki sahabat sekelas. Karena dari sejak SD saya tidak memiliki sahabat. Dan sering menyendiri dan kesepian.
Ketika kelas XII IA, kami sering membuat acara, supaya agar lebih mempererat persahabatan kami, dari rumah ukky, novi, zakiah, nuri, nurul, dan rumah saya. Tetapi gara-gara mereka seperti tidak terlalu menggap saya, yang datang ke rumah saya Cuma ada beberapa orang yaitu boa, adi, riki, lesmana, nuri, yusra, narsih, novi, nurul, dan zakiah. Dari 30 orang  yang datang Cuma 10 orang, dari situ saya mulai merasa mereka bukanlah sahabat sejati saya, mungkin ini lah ke egoan saya muncul, tidak mau mengerti keadaan mereka, yang adanya cuman keegoisan saya sahaja yang muncul, dari peristiwa tersebut saya jarang ikut ketika teman-teman mengadakan acara. Tetapi keadaan tersebut Cuma berlansung sebentar, tidak lama kemudian kami pun mulai akrab kembali, sering ke pantai bersama-sama, sering ngumpul, dan mempersiapkan UAN. Tetapi mengapa di pikiran saya, ketika UAN SMA begitu berbeda dengan UAN SMP, mungkin karena SMP masih ingin suka-suka dan SMA sudah banyak pikiran itu lah mungkin sebabnya mengapa UAN SMA sangat menegangkan.
Sebelum UAN di mulai kami pun membagi kelompok-kelompok belajar, yang menjadi kelompok saya adalah, humaeni, ukky, narsih, yusraniarti, dan saya sendiri. Setiap ba’da isya saya selalu kerumah ukky untuk kerja kelompok. Itu adalah perjuangan yang berat bagi saya, karena malam-malam keluar dan pulangnya pun tengah malam. Kelompok belajar saya bukan ini saja, dan saya juga pernah bergabung dengan kelompok belajar Riki Risandi, adi, nurdiana, siti nur habibah, qiara, dan resti wulan anjani. Dan pernah juga belajar bersama dengan melina geti sari ( geti ), yaitu anak wali kelas kami pada waktu SMP kelas VII, yang saya ceritakan diatas. Itu pun gara-gara saya selalu ingin belajar dengan riki, dan dia lah yang mengajak saya untuk ikut bersamanya sebab riki orangnya mudah menyerap soal dan cepat mengerti, memang ada manfaatnya kami belajar bersama dengan geti, kami di beri trik-trik untuk menjawab soal dengan mudah dan cepat, geti adalah anak SMA N1 Sambas.
Moment yang paling berkesan adalah ketika ujian praktek kesenian ke pak Yayan, pertama kami tidak mau untuk melakukan ujian paraktek busana, sebab memakan biaya yang tidak sedikit, terutama bagi para wanitanya. Tetapi, di rayu-rayu bapak yayan akhirnya mau juga. Dan saya pun lansung minjam pakaiannya dan mempersiapkannya, lucunya semua yang saya pakai adalah minjam, kecuali, baju dalam, CD, dan kaos kaki. Baju punya pak teh, celana punya pak ning, jas punya kakek ( aki ), dan dasi beserta sepatu punya bapak saya.
Pas mendekati hari ujian praktek, saya mendapat bencana, HP saya tercebur kedalam air. Jadi, gagalah semua rencana mau foto-foto. Dan pas hari H nya, saya mengalami sakit perut yang teramat sangat, o iya saya sejak kecil udah sering sakit, oleh sebab itu saya sangat di sayangi semenjak kecil. Dan ternyata ketika bapak bawa saya ke dokter, saya mengidap penyakit di usus. Sebab kata dokternya usus saya sangat lemah dan sulit untuk mencerna makanan. Lalu saya pun di pantangi untuk makan makanan yang keras, dan di suruh hanya makan bubur, lalu akhirnya paginya saya sarapan hanyalah bubur nasi. Dan ketika pergi ke sekolah ingin praktek kesenian, kami lansung mengemas dan mempersiapkan ruang kelas. Setelah itu baru mandi dan berbaju di rumah adi. Ketika siangnya ada makan-makan dan saya melanggar apa kata dokter paginya. Tetapi saya hanya makan sedikit, sebab saya merasa takut, jika penyakit saya semakin parah. Acaranya berlansung seharian sampai sore.
Ketika pas hari UAN yang pertama, kami sekelas kumpul di rumah nana ( nurdiana ) dan berdo’a bersama-sama. Untungnya di kelas kami ada cucu pak labai namanya Boa ( Suhendar ), dia lah yang memimpin do’a. Setelah itu barulah hati saya merasa tenang dan mungkin dirasakan teman-teman saya juga.
Satu minggu UAN berlansung dan syukuralhamdulillah berjalan dengan lancar-lancar saja.

No comments:

Post a Comment